Laman

Minggu, 14 November 2010

DASAR-DASAR ELEKTRONIKA


Memahami dasar-dasar elektronika bagi yang berminat mempelajari teknik audio adalah sangat penting, mengingat semua desain ataupun rangkaian elektronik terdiri dari piranti elektronik seperti Resistor, Capasitor, Transistor dll, yang kemudian dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan tertentu sehingga menjadi suatu benda elektronik yang beraneka ragam dan aneka penggunaannya.

Resistor atau Tahanan

Cara membaca kode warna resistor adalah sebagaimana diagram dibawah ini :


 Gambar Resistor jenis Carbon toleransi 5% atau 10%











 Warna

  Ke I 

Ke II 

Faktor X 

 Warna 

Toleransi
% 

Warna
Hitam
0
0
X 1
Hitam
1
Coklat
Coklat
1
1
X 10
Coklat
2
Merah
Merah
2
2
X 100
Merah
5
Emas
Orange
3
3
X 1k
Orange
10
Perak
Kuning
4
4
X 10k
Kuning
20
Blank
Hijau
5
5
X 100k
Hijau


Biru
6
6
X 1M
Biru


Ungu
7
7
X 0,1
Emas


Abu-abu
8
8
X 0,01
Perak


Putih
9
9


Cara membaca nilai resistor jenis carbon :

Nilai Resistor 47 K Ohm atau 47 000 Ohm 5 %.
Langkah pertama pegang kedua ujung kawat resistor tersebut, yang berwarna emas / perak ada disebelah kanan, sekarang mulai perhatikan warnanya dari arah kiri, untuk nilai sebagaimana contoh diatas :
Angka 4 pada baris pertama berwarna Kuning, angka 7 berwarna Ungu dan baris ketiga faktor pengalinya adalah 1000 (1k) jadi berwarna Orange.

Gambar Resistor jenis Metal Film toleransi 1 % atau 2 %.





     

   
Warna

 Ke I 

  Ke II 
   
Ke III 

 Faktor X 

  Warna 

  Toleransi
% 

  Warna
Hitam 
0 
X 1 
Hitam 
1 
Coklat 
Coklat 
X 10 
Coklat 
Merah 
Merah 
X 100 
Merah 
Emas 
Orange 
X 1k 
Orange 
10 
Perak 
Kuning 
4 
X 10k 
Kuning 
20 
Blank 
Hijau 
X 100k 
Hijau 


Biru 
X 1M 
Biru 


Ungu 
7 
X 0,1 
Emas


Abu-abu 
X 0,01 
Perak 


Putih 

  
Cara membaca nilai resistor jenis metal film :

Nilai Resistor 47 K Ohm atau 47 000 Ohm 1 %.
Langkah pertama pegang kedua ujung kawat resistor tersebut, yang berwarna coklat ada disebelah kanan, sekarang mulai perhatikan warnanya dari arah kiri, untuk nilai sebagaimana contoh diatas :
Angka 4 pada baris pertama berwarna Kuning, angka 7 pada baris kedua berwarna Ungu, angka 0 pada baris ketiga berwarna Hitam, dan baris keempat faktor pengalinya adalah 100 jadi berwarna Merah.
Untuk resistor jenis metal film hati-hati dalam menentukan arah perhitungan warna , sebab untuk nilai-nilai yang dimulai angka 1, misalnya 12 Kohm, 1K2 dst. Kedua ujung resistor sama-sama berwarna coklat. Sebagai pedoman warna coklat yang mana yang merupakan tanda toleransi, biasanya jarak antara baris ke empat dan warna toleransi lebih renggang.

Jadi untuk resistor yang bernilai 47 K ( 47 0000 Ohm ) adalah :
  1. Resistor carbon 5 % urutan warnanya : Kuning, Ungu, Orange dan Emas.
  2. Resistor Metal Film 1 % warnanya :Kuning, Ungu, Hitam, Merah dan Coklat.
 
Jenis-Jenis Resistor :
  1. Carbon Resistor biasanya dengan toleransi 5 % atau 10 %, ada tiga buah garis warna dan warna ke empat adalah menyatakan toleransi berwarna emas atau perak. Ada tiga ukuran Watt pada jenis ini 0.5 Watt, 1 Watt dan 2 Watt.
  2. Metal Film Resistor dengan toleransi 1 % ada empat garis warna dan warna ke lima menyatakan nilai toleransi atau berwarna coklat, ini pun ada dua ukuran yang umum dipergunakan yaitu 0.5 Watt dan 1 Watt.
  3. Resistor Kawat atau spiral biasanya yang memiliki nilai dibawah 1 Ohm, seperti 0,5 Ohm, 0,47 Ohm, 0,33 Ohm, 0,22 Ohm atau nilai – nilai lainnya dan ukuran dayanya diatas 2 Watt, umumnya yang banyak dipakai adalah 5 Watt.
  4. Resistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient) atau lebih dikenal dengan istilah Temistor. Nilainya tergantung suhu disekitarnya. NTC resistannya akan turun kalau suhu disekitarnya naik, sedangkan PTC resistannya akan naik kalau suhu disekitarnya naik. Biasanya resistor jenis ini dimanfaatkan sebagai sensor suhu dalam penerapan sehari-hari untuk Exhaus Fan, Kipas Angin atau Magic Jar/Rice Cooker.
  5. Resistor peka cahaya atau LDR (Light Diode Resistor). Nilainya tergantung intensitas cahaya, resistansinya sangat tinggi dalam gelap gulita (10 M Ohm). Pemanfaatannya biasanya untuk rangkaian alarm, mendeteksi kondisi gelap dan terang, misalnya ada obyek yang menghalangi LDR dengan cahaya rangkaian didepan, LDR akan bekerja. Pada ujungnya biasanya dihubungkan dengan rangkaian switch (relay) yang terhubung ke catu daya agar rangkaian alarm bekerja.
Resistor-resistor lain yang memilki kualitas yang lebih baik seperti merk Holco, Vishay misalnya, tidak menggunakan kode warna. Tetapi nilai-nilainya dicetak secara langsung pada bodi resistor tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar