Laman

Rabu, 21 Maret 2012

MEMANFAATKAN ALIRAN AIR UNTUK MENGHASILKAN LISTRIK


Pada zaman modern sekarang ini listrik bukan lagi barang yang asing. Kota-kota besar seperti tidak pernah mengalami siang karena disoroti lampu-lampu listrik. Peralatan rumah tangga pun sudah banyak yang memanfaatkan energi listrik ini. Pompa air, Strika, Kompor, Mesin Cuci dan alat-alat pembuat kue diantaranya ada yang digerakkan dengan tenaga listrik. Listrik seolah-olah identik dengan kemodernan itu sendiri.

Indonesia yang sebahagian penduduknya berada di pedesaan tentu saja ingin juga menikmati listrik ini. Dengan adanya listrik masuk desa telah banyak desa-desa yang menikmati listrik dari PLN. Untuk desa-desa yang belum terjangkau jaringan distribusi PLN ini banyak yang menggunakan genset diesel sebagai alat pembangkit tenaga listriknya.

Bagi desa-desa yang belum memiliki alat pembangkit tenaga listrik atau belum tersentuh uluran tangan PLN, sedangkan di dekat desa tersebut ada sumber air terjun, air terjun ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Alat konversi energi arus air ini lazim disebut Turbin Air. Dengan menghubungkan turbin air pada unit generator pembangkit, energi arus air itu bisa diubah menjadi energi listrik. Listrik yang berasal dari turbin air mini ini harga per-kilowatjam nya lebih murah dari listrik produk genset diesel. Hal ini disebabkan turbin air tidak membutuhkan bahan bakar dan minyak pelumas, lagi pula kerusakan jarang terjadi.

Bila ada daerah pedesaan yang dekat dengan sumber air terjun, pemakaian turbin air jauh lebih ekonomis. Tentu saja tidak semua tempat bisa memenuhi syarat dapat dibangunnya sistim pembangkit ini.

Syarat-syarat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1.     Tinggi terjunan air tidak boleh kurang dari 10 meter.
2.    Debit minimum adalah 65 liter/detik.
3.    Suber air tidak boleh terlalu jauh dari Desa (Maksimum 0,7 km)
4.    Debit airnya harus kontinyu dan terdsedia sepanjang tahun.
5.    Bebas dari air bah.
Bila tinggi terjunan air lebih-kurang 10 meter, daya yang dihasilkan kira-kira 5 kW. Bila tinggi terjunan 20 meter, listrik yang dihasilkan kira-kira 10 kW. Demikian seterusnya semakin tinggi terjunan semakin besar pula listrik yang dihasilkan. Untuk menghasilkan listrik yang besar sedangkan ketinggiannya kurang dari 20 meter namun sumber airnya sangat banyak, dapat juga dilakukan dengan memperbesar ukuran turbinnya. Hal ini tentu memerlukan biaya yang lebih besar.
Rumus teoritis yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya daya listrik dari sebuah sumber air terjun adalah sebagai berikut:
P = 7,5 x Q x H , dimana :
P = Potensi tenaga air (kW)
7,5 = Randemen turbin
Q = Debit air
H = Tinggi terjunan
Untuk mengukur debit air sungai atau sumber air terjun bisa menggunakan rumus pendekatan seperti di bawah ini :
Q = A x V , dimana :
Q = Debit air/detik
A = Luas penampang saluran air
V = Kecepatan aliran/detik.
Kecepatan aliran dapat dihitung dengan cara melemparkan gabus atau benda terapung ke saluran air yang telah ditentukan panjangnya.
V = Panjang saluran ukur/ Waktu gerak gabus
V =……..m/detik

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat turbin ini tidaklah sulit dicari dipasaran bebas, seperti antara lain : Besi plat, Besi siku, Bantalan peluru, Mur dan Baut, Pipa PVC, Pipa besi, Karet packing adalah diantaranya bahan-bahan yang digunakan.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar